Kamis, 26 Desember 2013

SOAL PILIHAN GANDA

1.Proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima data menggunakan komputer / media elektronik. . .
a.  Analog                                c.  Data
b.  Digital                               d. Transmisi Data


2.  Transmisi data di bagi menjadi dua yaitu . . .
a.  Sinyal analog dan sinyal digital
b.  Sinyal data dan sinyal transmisi
c.  Sinyal komputer dan sinyal elektronik
d. Paralel dan serial


3.Sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Kalimat di atas merupakan pengertian dari . . .
a.  Sinyal Analog                     c.   Paralel 
b.  Sinyal Digital                    d.   Transmisi


4.Sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Kalimat di atas merupakan pengertian dari . . .
a.  Sinyal Analog                     c.   Paralel 
b.  Sinyal Digital                    d.   Transmisi


5.Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi, Merupakan Kelebihan dari . . .
a. Sinyal Analog                      c.  Flash Disk 
b. Sinyal Digital                     d.  Hardisk


6.Transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu, merupakan pengertian dari . . .
a. Transmisi Serial                  c.  Komunikasi
b. Transmisi Paralel                 d.  Mode


7.Transmisi data dimana dalam satu satuan waktu beberapa bit (biasanya 8-bit) bisa disalurkan bersamaan, merupakan pengertian dari . . .
a. Transmisi Serial                  c.  Komunikasi
b. Transmisi Paralel                 d.  Mode


8.Terminologi transmisi data terdapat dua macam yaitu. . .
a.  Multipoint dan Point to point
b.  Serial dan Paralel
c.  Synchronous transmission dan asynchronous transmission
d.  Baseband dan broadband



9.Fungsi dari Mode transmisi adalah . . .

a. Untuk transmisi paralel diperlukan kabel 8-kali lipat kebutuhan kabel pada transmisi serial.
b.  Memungkinkan suatu alat dapat terhubung untuk melakukan komunikasi terhadap perangkat yang lain Diketahui bahwa dalam mode transmisi ini terdapat dua mode yakni Paralel transmission serta Serial transmission
c.  melengkapi dengan saluran serial atau serial-port (RS-232C), yaitu saluran yang bisa menerima / mengirim data secara serial.
d.  data yang dikirimkan dari suatu media atau alat dan diterima oleh media / alat yang lain


10.  Pada serial transmission memiliki metode transmisi, yaitu. . .
a.  Multipoint dan Point to point
b.  Serial dan Paralel
c.  Synchronous transmission dan asynchronous transmission
d.  Baseband dan broadband


11.  Disebut juga dengan satu titik ke satu titik lainnya, atau satu peralatan terhubung dengan satu peralatan lainnya. Dimana satu alat terhubung khusus ke satu alat lainnya. Kalimat diatas merupakan fungsi dari . . .
a.  Point to point                                b.  Synchronous 
c.  Multipoint                                      

d.  Asynchronous

12.Pada konfigurasi ini satu alat dapat terhubung ke beberapa       alat lainnya (lebih dari satu alat). Meupakan fungsi dari . . .
a.  Point to point                               b.   Asynchronous
c.  Multipoint                                    

d.  Synchronous

13.  Penyiaran radio dari stasiun pemancar yang dihubungkan dengan banyak radio penerima lainnya, Kalimat diatas merupakan contoh dari . . .
a.  Point to point                                 

b.   Asynchronous
c.  Multipoint                                    

d.  Synchronous

14.  Secara umum metode transmisi yang sering digunakan dibagi menjadi 2 yaitu. . .
a.  Multipoint dan Point to point
b.  Serial dan Paralel
c.  Synchronous transmission dan  asynchronous transmission
d.  Baseband dan Broadband


15.  Berikut ini yang termasuk fungsi dari Baseband adalah . . .
a. Untuk transmisi paralel diperlukan kabel 8-kali lipat kebutuhan kabel pada transmisi serial
b. Data yang berupa sinyal digital langsung dikirim melalui media transmisi satu channel   seperti kabel, tanpa mengalami perubahan apapun.
c. Sebuah jaringan dapat juga dibedakan berdasarkan metode transmisi yang digunakan dalam peoses pengiriman data.
d. Transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu


16.  Pada metode baseband, dibutuhkan peralatan multiplexing yang disebut . . .
a. Time Division Multiplexing (TDM).
b. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
c. Analog-to-digital converter (ADC),
d. Multiplekser (MUX)


17. Biayanya murah, karena dalam sistem ini tidak diperlukan modem.
Bentuk topologinya sederhana.
Mudah dalam instalasi dan maintenance.
Ketiga kalimat diatas merupakan pengertian dari . . .
a. Time Division Multiplexing (TDM).
b. ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
c. Analog-to-digital converter (ADC),
d. Multiplekser (MUX)


18.  Digunakan untuk mentransmisikan sinyak analog, merupakan kegunaan dari . . .
a. Baseband                                       c.  Broadband
b. Multiplekser                                   d.  Analog-to-digital converter


19.  Harga modem yang diperlukan mahal.
 Waktu tunda perjalanan sinyal dua kali lebih lama.
 Proses maintenance cukup sukar.
 Biaya frekuensi yang mahal.
Kalimat diatas merupakan kerugian dari . . .
a. Baseband                                         

b. Analog-to-digital converter
c. Multiplekser                                     

d. Broadband

20.  Sebuah alat yang melakukan multipleksing disebut . . .
a.  Demultiplekser                                

b. wavelength-division multiplexing    
c.  Multiplekser

d. Analog-to-digital

21.  Suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran, merupakan pengertian dari . . .
a.  Demultiplekser                                

b. wavelength-division multiplexing    
c.  Multiplekser                                    

d. Multiplexing

22.   Apakah kepanjangan dari ASCII . . .
a. American Standard Code for Information Interchange
b. Afrika Standard Code for Information Interface
c. Australia Standard Code for Information Interchange
d. Austria Standard Code for Information Interchange


23.Jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel       maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio),       merupakan contoh aplikasi dari . . .
a.  Multiplekser                                   

b. Analog-to-digital converter
c.  Multipleksing                                  
d. Time-division multipleksing

24.Teknik multiplexing ada beberapa cara yang sering digunakan      yaitu . . .
a. (FDM), (TDM), dan (WDM)
b. (CDA),(ADC), dan (TDM)
c. (FDM),(WDM),dan(ADC)
d. (WDM),(ASC), dan(ADC)


25.  Digunakan untuk menunjuk ke sebuah proses di mana beberapa sinyal pesan analog atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal, merupakan pengertian dari . . .
a.Multipleksing                                 

b.Analog-to-digital converter
c.  Multiplekser                                  
d. Time-division multipleksing
MULTIPLEXING

Multiplexing adalah Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal - sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Receiver atau perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut juga dengan istilah Demux.

Tujuan Muliplexing

- meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama.

JENIS-JENIS TEKNIK MULTIPLEXING

FDM
Frequency Division Multiplexing (FDM)
Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi. Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km. Tingkatan generasi GSM adalah sbb:

First-generation: Analog cellular systems (450-900 MHz)
  • Frequency shift keying for signaling
  • FDMA for spectrum sharing
  • NMT (Europe), AMPS (US)
 Second-generation: Digital cellular systems (900, 1800 MHz)
  • TDMA/CDMA for spectrum sharing
  • Circuit switching
  • GSM (Europe), IS-136 (US), PDC (Japan)
 2.5G: Packet switching extensions
  • Digital: GSM to GPRS
  • Analog: AMPS to CDPD
 3G:
  • High speed, data and Internet services
  • IMT-2000





FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. Pada teknik FDM, tidak perlu ada MODEM karena multiplexer juga bertindak sebagai modem (membuat permodulatan terhadap data digital). Kelemahan Modem disatukan dengan multiplexer adalah sulitnya meng-upgrade ke komponen yang lebih maju dan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi (seperti teknik permodulatan modem yang begitu cepat meningkat). Kelemahannya adalah jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data, frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel tersebut tidak tergunakan dan ini merugikandan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya. Kelemahan lain adalah kerana bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya, kerana sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channelchannel yang ada. Frekuensi pemisah ini dipanggil guardband.


Gambar Frequency Division Multiplexing

Pengalokasian kanal (channel) ke pasangan entitas yang berkomunikasi diilustrasikan pada gambar dibawah ini :

Gambar Contoh penerapan FDM dengan 4 pengguna



TDM
TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). Biasanya waktu tersebut cukup digunakan untuk menghantar satu bit (kadang-kadang dipanggil bit interleaving) dari setiap channel secara bergiliran atau cukup untuk menghantar satu karakter (kadang-kadang dipanggil character interleaving atau byte interleaving). Menggunakan metoda character interleaving, multiplexer akan mengambil satu karakter (jajaran bitnya) dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai bersama-sama sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Menggunakan metoda bit interleaving, multiplexer akan mengambil satu bit dari setiap channel secara bergiliran dan meletakkan pada kabel yang dipakai sehingga sampai ke ujung multiplexer untuk dipisahkan kembali melalui port masing-masing. Jika ada channel yang tidak ada data untuk dihantar, TDM tetap menggunakan waktu untuk channel yang ada (tidak ada data yang dihantar), ini merugikan penggunaan kabel secara maksimun. Kelebihanya adalah karena teknik ini tidak memerlukan guardband jadi bandwidth dapat digunakan sepenuhnya dan perlaksanaan teknik ini tidak sekompleks teknik FDM. Teknik TDM terdiri atas :

Synchronous TDM
Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM dijelaskan secara skematik pada gambar



Gambar Synchronous TDM

Cara kerja Synchronous TDM dijelaskan dengan ilustrasi dibawah ini


Gambar Ilustrasi hasil sampling dari input line

Asynchronous TDM
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat  sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas
pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.


Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM.
Gambar di bawah ini menyajikan contoh ilustrasi yang sama dengan gambar Ilustrasi hasil sampling dari input line jika ditransmisikan dengan Asynchronous TDM.


Gambar Frame pada Asysnchronous TDM



CDM
Code Division Multiplexing (CDM)
Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahankelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi) Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut :
1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang disebut chip spreading code.

2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.

3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.

4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.

5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan.
selanjutnya :
- jika jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
- jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.

Contoh penerapan CDM untuk 3 pengguna (A,B dan C) menggunakan panjang kode 8 bit (8-chip spreading code) dijelaskan sebagai berikut :

a. Pengalokasian kode unik (8-chip spreading code) bagi ketiga pengguna :

   - kode untuk A : 10111001
   - kode untuk B : 01101110
   - kode untuk C : 11001101

b. Misalkan pengguna A mengirim bit 1, pengguna B mengirim bit 0 dan pengguna C mengirim bit 1. Maka pada saluran transmisi akan dikirimkan kode berikut :

  - A mengirim bit 1 : 10111001 atau + - + + + - - +

  - B mengirim bit 0 : 10010001 atau + - - + - - - +
  - C mengirim bit 1 : 11001101 atau + + - - + + - +
  - hasil penjumlahan (sum) = +3,-1,-1,+1,+1,-1,-3,+3


c. Pasangan dari A akan menginterpretasi kode yang diterima dengan cara :

   - Sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3
   - Kode milik A : +1 –1 +1 +1 +1 -1 –1 +1
   - Hasil perkalian (product) : +3 +1 –1 +1 +1 +1 +3 +3 = 12 
   Nilai +12 akan diinterpretasi sebagai bit ‘1’ karena mendekati nilai +8.

d. Pasangan dari pengguna B akan melakukan interpretasi sebagai berikut :

   - sinyal yang diterima : +3 –1 –1 +1 +1 –1 –3 +3
   - kode milik B : –1 +1 +1 –1 +1 +1 +1 –1
   - jumlah hasil perkalian : –3 –1 –1 –1 +1 –1 –3 –3 = -12
  berarti bit yang diterima adalah bit ‘0’, karena mendekati nilai –8.
TEKNIK PENGKODEAN

 PENGKODEAN

      Pengkodean adalah suatu teknik yang dilakukan untuk memberikan penegasan pada proses yang terlibat (data dan pensinyalan) transmisi data. Dalam proses tesebut perlu diperhatikan pula fasilitas-fasilitas komunikasi dan media yang tersedia.

Adapun tujuan pengkodean data adalah:
1.      Tidak ada urutan bit yang menyebabkan sinyal berada pada level 0 dalam waktu lama
2.      Tidak mengurangi laju data
3.       Kemampuan deteksi kesalahan

Pembagian Pengkodean

a.       BCD (Binary Coded Decimal)
Merupakan kode binary yang di gunakan untuk mewakili nilai digit decimal saja, yaitu nilai angka 0 s/d 9. BCD menggunakan kombinasi dari 4 digit. Kode BCD digunakan pada komputer generasi pertama
b.      SBCDIC (Standard Binary Coded Decimal Intercharge code)
Merupakan coding 6 bit untuk 64 karakter. posisi bit di SBCDIC dibagi menjadi 2 zone, yaitu 2 bit pertama (diberi nama bit A dan bit B) disebut dengan alpha bit position dan 4 bit berikutnya (diberi nama bit 8, bit 4, bit 2, dan bit 1) disebut dengan numeric bit position.
c.       EBCDIC (Extended Binary Code Decimal for Information Intercharge)
Merupakan kepanjangan dari Extended Binary Coded Decimal Interchange Code. Terdiri dari kombinasi 8-bit. Pada jenis ini high order bits atau 4-bit pertama disebut dengan zone bits dan low-order bits atau 4 bit kedua disebut dengan numeric bits.
merupakan coding 8 bit untuk 256 karakter. Tranmisi asinkron membutuhkan 11 bit,yaitu :
1 bit awal – 8 bit data
1 bit pariti – 1 bit akhir
d.      ASCII (American Standard Code For Information Intercharge)
Merupakan kepanjangan dari America Standart Code for Information Interchange, yang dikembangkan oleh American National Standarts Institute (ANSI) untuk tujuan membuat kode binary yang standar, kode ASCII ini menggunakan kombinasi 7 bit. SSCII7-bit banyak digunakan oleh komputer generasi sekarang.

            Coding standar yang sering digunakan oleh peralatan komunikasi data. Merupakan  sandi 8 bit dimana 7 bit digunakan untuk bit data ditambah bit ke-8 sebagai bit parity


Kode ASCII7-bit ini terdiri dari 2 bagian:

• Control characters, merupakan karakter yang digunakan untuk mengontrol pengiriman atau transmisi.
• Informations characters, merupakan karakter-karakter yang mewakili data.


Adapun cara-cara mengodekan data, yaitu:

            Pemberian kode dapat dilakukan dengan jenis pertanyaan, jawaban atau pertanyaan. Dalam, hal ini dapat dibedakan:

1.1. Jawaban Berupa Angka

            Jawaban responden dapat dalam bentuk angka. Pertanyaan tentang pendapatan perbulan, jawabannya sudah jelas dalam bentuk angka. Misalnya, Rp. 149.500,00. Begitu dalam mengukur berat tongkol jagung, maka jawaban sudah jelas dalam bentuk angka. Untuk jawaban dalam bentuk angka ini, maka untuk kode adalah angka jawaban itu sendiri

Misalnya:

Jawaban
Kode
Luas: 4,5 hektar
45

Jika jawaban dalam bentuk interval angka, maka angka-angka tersebut perlu doberi kode tersendiri, misalnya:

  Jawaban
Kode
  Luas antara 0,5 ha-1,0 ha
  Luas antara 1,1 ha-3,0 ha
  Luas diatas 3,0 ha
 15
 16
 17

1.2. Jawaban Pertanyaan Tertutup

            Jawaban pertanyaan tertutup adanya jawaban yang sudah disediakan lebih dahulu, dan responden hanya tinggal mengecek saja jawaban-jawaban tersebut sesuai dengan intruksi. Responden tidak mempunyai kebebasan untuk memilih jawaban diluar yang telah diberikan.
Misalnya:
Apakah bapak seorang petani?
- Ya
- Tidak
  Jawaban
 Kode
Ya
 Tidak
0
1

            Dapat dilihat diatas tidak ada pilihan bagi responden dalam memilih apakah jawaban sesukanya tetapi hanya ada dua pilihan apakah ya atau tidak dengan menggunakan kode 0 atau 1


1.3. Jawaban Pertanyaan Semi Terbuka

            Pada jawaban semi terbuka, selain dari jawaban yang ditentukan, masih diperkenankan lagi jawaban lain yang dianggap cocok oleh responden. Jawaban yang berada diluar dari yang telah disediakan, perlu diberi angka tersendiri untuk kode.

Misalnya:
Jenis pupuk yang anda gunakan?

a.       Urea
b.       ZA
c.       TSP
d.       Lain-lain



 Jawaban
 Kode
Urea
ZA
TSP
Pupuk kandang
KCL
Lain-lain
1
2
3
4
5
6

1.4. Jawaban Pertanyaan Terbuka

            Pada pertanyaan terbuka, jawaban yang diberikan sifatnya, sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh penjawab, tanpa ada suatu batasan tertentu. Untuk membuat kode terhadap jawaban pertanyaan terbuka, jawaban-jawaban tersebut harus dikategorikan atau dikelompokkan lebih dahulu, sehingga tiap kelompok-kelompok berisi jawaban yang telah dibuat, tetapi apabila ada jawaban yang tidak termasuk dalam kelompok-kelompok tersebut maka dapat dimasukkan dalam kelompok “lain-lain”. Hanya perlu diingat bahwa jawaban yang dimasukkan dalam kelompok lain-lain janganlah terlalu banyak. Juga perlu diingat bahwa jawaban pertanyaan dalam tiap kategori tidak boleh tumpang tindih.
Misalnya: 
Apakah alasan Bapak untuk mengikuti program bimas?

  Kelompok jawaban
 Kode
 Alasan Ekonomi
Alasan Keilmuan
Alasan kebutuhan
Alasan moral
Alasan Bimas
Lain-lain
1
2
3
4
5
6

1.5. Jawaban Kombinasi

Jawaban pertanyaan kombinasi hampir serupa dengan jawaban pertanyaan tertutup. Selain dari jawaban terpisah secara jelas, responden masih dapat dijawab kombinasi dari beberapa jwaban, misalnya:
  • Apakah bapak menggunakan pupuk
  • Menggunakan insektisida
  • Menanam dengan jarak tanah
Jawaban pertanyaan ini dapat terdiri dari beberapa kombinasi. Kombinasi tersebut dapat diberi kode tersendiri. Misalnya:
Jawaban
Kode
Menggunakn pupuk
Menggunkan Insektisida
Menanam dengan jarak tanah
Dan seterusnya
1
2
3
4




            Dalam sistem komunikasi, kita mengenal istilah transmisi data. Transmisi merupakan suatu proses yang melibatkan koneksi antara sistem source dan sistem tujuan. Transmisi data merupakan proses pemindahan data sebagai objek transmisi, dari sistem source ke sistem tujuan.
            Data sebagai objek transmisi memiliki karakteristik tersendiri. Data yang dipahami oleh manusia merupakan data yang berupa karakter atau teks. Sayangnya, data dengan karakteristik tersebut tidak dapat ditransmisikan dengan mudah melalui media transmisi yang berupa kabel maupun gelombang. Data tersebut harus diubah ke dalam karakteristik yang sesuai dengan proses transmisi, yakni biner dan berupa deretan bit.
            Untuk menampilkan data yang berupa deretan bit, maka diperlukan adanya sinyal digital. Data berupa deret bit diubah melalui proses encoding menjadi elemen sinyal yang merupakan pulsa-pulsa sinyal digital. Kebalikan dari proses ini adalah decoding, yakni mengubah sinyal digital menjadi data digital.
            Teknik pengkodean untuk mengubah suatu data digital ke dalam bentuk lain yang sesuai dengan media transmisi disebut Line Coding. Berikut beberapa jenis teknik pengkodean yang termasuk dalam Line Coding,
1. NRZ (Non Return To Zero) Signaling
NRZ merupakan salah satu teknik pengkodean diferensial Dalam NRZ, high-signal bernilai ‘1’ pada bit biner, dan low-signal bernilai ‘0’. NRZ dapat dibagi ke dalam beberapa bagian, antara lain
  • NRZ-L (Non Return Zero-Level)
NRZ-L diterapkan berdasarkan adanya tegangan negatif atau positif. Suatu tegangan negatif akan digunakan untuk mewakili suatu biner, dan tegangan positif digunakan untuk mewakili biner lainnya. Pada NZR-L, level sinyal selalu konstan.
  • NRZ-I (Non Return to Zero-Invert on ones)
Dalam NRZ-I, adanya transisi pada suatu periode bit, baik dari tinggi ke rendah maupun sebaliknya akan bernilai ‘1’. Sedangkan jika tidak ada transisi, maka bernilai ‘0’. NRZ-I memiliki kekebalan terhadap noise lebih tinggi dari jenis NRZ lain, selain itu NRZ-I tidak dipengaruhi oleh level sinyal.

  • NRZ-M (Non Return to Zero-Mark)
Dalam NRZ-M, level sinyal akan berubah setiap ada bit yang bernilai ‘1’.
  • NRZ-S (Non Return to Zero-Space)
NRZ-S merupakan kebalikan dari NRZ-M, dimana level sinyal akan berubah jika ada bit yang bernilai ‘0’.
Kelemahan teknik NRZ ini adalah sistem sinkronisasi yang terdapat di dalamnya buruk karena tidak memiliki sistem informasi timing dalam bentuk sinyal dan spectrum NRZ mengandung komponen DC.

2. MANCHESTER ENCODING
Teknik pengkodean Manchester merupakan salah satu teknik pengkodean biphase, dimana terdapat transisi pada setiap setengah dari periode bit.
Jika dalam setengah periode pertamanya pulsa merupakan high-signal kemudian setengah periode selanjutnya pulsa merupakan low-signal, maka akan menyatakan nilai ‘1’. Sebaliknya akan bernilai ‘0’.
Manchester encoding memiliki beberapa kelebihan, seperti sinkronisasi yang baik karena adanya transisi di setiap setengah periode bit dan receiver dapat mengatur transisi, hal ini disebut self-clocking codes, Manchester encoding juga tidak lagi mengandung komponen DC. Sayangnya, kelemahan dari teknik pengkodean ini adalah tidak adanya error-detector dari transisi yang terdapat di dalamnya.

3. 4B/5B CODE GROUP
4B/5B Code Group merupakan teknik pengkodean yang memetakan satu blok informasi yang jumlah bitnya didefinisikan dalam variabel m dan n.
Jumlah bit dalam variabel n selalu lebih besar daripada jumlah bit dalam variabel m, dengan nilai n adalah jumlah bit dalam variabel m ditambah 1.